PFA Terima Laporan Respons Rasis terhadap Gerakan Boikot Media Sosial
Ada Berita - Federasi Pesepakbola Profesional (PFA) Inggris menyatakan bahwa aksi boikot media sosial yang dilakukan sejumlah pesepakbola untuk meminta platform media sosial mengambil tindakan terhadap rasisme direspons dengan pelecehan rasial lainnya.
"Beberapa anggota (PFA) menerima pelecehan rasial melalui unggahan #Enough mereka. Ketika insiden ini dilaporkan, respons dari platform media sosial, seperti sebelumnya, tidak bisa diterima," tulis PFA melalui akun Twitter mereka.
Melalui hashtag #Enough, sejumlah pesepakbola melakukan boikot media sosial selama 24 jam pada Jumat (19/4) dimulai pukul 9 pagi waktu Inggris. Mereka yang melakukan aksi ini di antaranya Raheem Sterling, Danny Rose, Mohamed Salah, Danny Welbeck, dan Wilfired Zaha.
"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengundang para pemain untuk melaporkan pelecahan rasial yang mereka terima kepada kami. Kami akan mengumpulkannya dan menyebarkannya melalui platform media sosial untuk menunjukkan akibat dari kurangnya tindakan mereka (media sosial)."
The Guardian menyebut selanjutnya PFA akan menggelar pembicaraan dengan otoritas media sosial. Pertemuan ini juga akan melibatkan otoritas sepakbola seperti Federasi Sepakbola Inggris (FA).
"Kami akan meminta pertemuan dengan masing-masing platform media sosial sebagai prioritas. Pertemuan dengan FA dan pemerintah sudah direncanakan bulan depan. Ini adalah satu langkah pertama para pemain dalam jumlah besar untuk kampanye meminta perubahan yang bermakna," kata PFA.
Boikot ini dilakukan sebagai reaksi atas sejumlah aksi rasisme terhadap para pesepakbola melalui akun media sosial. Terakhir, pemain Manchester United, Ashley Young, menerima perlakukan rasis oleh suporternya sendiri di sela-sela laga semifinal leg kedua Liga Champions 2018-2019.[]
Sumber : Akurat.co

Komentar
Posting Komentar